Gavin Rossdale, pentolan Bush, menggambarkan hubungan pengasuhannya dengan mantan istrinya Gwen Stefani sebagai sebuah hubungan yang praktis, meski tidak selalu harmonis. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, ia menyamakannya dengan “jalan raya dua jalur” di mana kedua orang tua beroperasi secara mandiri namun memiliki tujuan yang sama: membesarkan ketiga putra mereka – Kingston, Zuma, dan Apollo – secara efektif. Dinamika ini, yang dikenal sebagai pengasuhan paralel, semakin umum terjadi setelah perceraian, ketika mantan pasangan memprioritaskan rutinitas terpisah dan gaya pengasuhan yang minimal tumpang tindih.
Realitas Jalan yang Terpisah
Rossdale dan Stefani bercerai pada tahun 2016 setelah lebih dari satu dekade bersama. Keduanya telah move on: Stefani menikah dengan Blake Shelton pada tahun 2021, sementara Rossdale melanjutkan karir musiknya di samping tugas sebagai orang tua. Meskipun kehidupan pribadi mereka berbeda, Rossdale menekankan bahwa kedua orang tuanya “melakukan yang terbaik yang mereka bisa,” sebuah sentimen yang juga dirasakan oleh banyak orang tua yang bercerai. Kuncinya tidak harus berupa kolaborasi, melainkan upaya individu demi kesejahteraan anak-anak.
Pola Asuh Paralel: Pendekatan Umum
Pengasuhan paralel melibatkan pemeliharaan aturan, jadwal, dan pola komunikasi rumah tangga yang berbeda. Beberapa keluarga berbagi hari libur dan ulang tahun, sementara yang lain beroperasi dengan pemisahan yang lebih terstruktur. Komunikasi dapat berkisar dari check-in harian hingga pertukaran logistik yang ketat. Pendekatan ini mengakui bahwa menggabungkan filosofi pengasuhan tidak selalu layak atau diinginkan, terutama ketika orang tua memiliki gaya yang berbeda secara mendasar.
Fokus Rossdale adalah pada apa yang bisa dia kendalikan: membesarkan anak-anak yang “menyenangkan” dan penuh perhatian. Dia sebelumnya menyatakan bahwa memupuk kebaikan dan empati sama pentingnya dengan kesuksesan akademis atau profesional. Hal ini menyoroti tren yang lebih luas di mana orang tua yang bercerai memprioritaskan konsistensi individu dibandingkan koordinasi yang dipaksakan.
Intinya
Mengasuh anak bersama tidak selalu berarti kolaborasi yang lancar; sering kali, ini berarti menerima jalan yang berbeda namun tetap berkomitmen pada anak-anak. Metafora “jalan raya dua jalur” Rossdale merangkum kenyataan ini: keluarga berfungsi paling baik ketika setiap orang tua tetap fokus pada jalurnya masing-masing, berkontribusi secara individu pada tujuan bersama untuk membesarkan anak-anak yang sehat dan bahagia.















