Elon Musk Mencari Hak Asuh Penuh atas Anaknya di Tengah Perdebatan Hak Transgender

0
3

Elon Musk meningkatkan perselisihan dengan Ashley St. Clair, ibu dari putranya yang berusia satu tahun, Romulus, dengan mengajukan hak asuh penuh. Langkah ini dilakukan setelah St. Clair secara terbuka meminta maaf atas pernyataan transfobia di masa lalu yang mungkin menyakiti putri transgender Musk, Vivian Wilson.

Konflik dimulai ketika St. Clair menyampaikan kritik terkait retorika anti-transgender sebelumnya. Dia mengungkapkan “rasa bersalah yang sangat besar” dan keinginan untuk belajar dari kesalahannya, mengakui kerugian yang mungkin ditimbulkan oleh kata-katanya. Pertukaran media sosial berikutnya menyebabkan pengguna menyarankan Musk untuk meminta hak asuh penuh, menggambarkan permintaan maaf St. Clair sebagai mendukung “perawatan trans”. Musk kemudian mengumumkan niatnya untuk mengajukan hak asuh penuh, dengan alasan kekhawatiran bahwa St. Clair mungkin berupaya untuk mentransisikan putra mereka.

Tindakan ini menyoroti penentangan publik Musk yang sudah berlangsung lama terhadap hak-hak transgender dan hubungannya yang kontroversial dengan putrinya sendiri. Dia sebelumnya mengklaim Vivian “terbunuh oleh virus pikiran” dan menuduhnya ditipu untuk melakukan operasi penggantian kelamin. Tanggapan Musk terhadap permintaan maaf St. Clair tampaknya didorong oleh bias yang ada, bukan ancaman nyata terhadap putra mereka.

Situasi ini semakin diperumit dengan perselisihan keuangan di masa lalu. Clair mengungkapkan pada tahun 2025 bahwa dia merahasiakan keberadaan anak mereka untuk melindungi keselamatan mereka, namun informasi tersebut bocor melalui media tabloid. Musk diduga menawarinya $15 juta dan $100.000 setiap bulan untuk tetap diam, kemudian mengakui mengirim $2,5 juta pada awalnya dan $500.000 per tahun. St Clair mengklaim dia menolak tes garis ayah sebelum anak tersebut lahir dan kemudian mengurangi dukungan keuangan setelah dia menantang kendalinya.

Sejarah Musk yang memiliki banyak anak dengan pasangan yang berbeda—termasuk enam anak dengan mantan istrinya Justine Wilson, tiga anak dengan Grimes, dan empat anak dengan Shivon Zillis—menambah lapisan lain dalam pertarungan hak asuh tingkat tinggi ini. Permasalahan intinya bukanlah tentang kesejahteraan anak tersebut, melainkan sikap kaku Musk terhadap hak-hak transgender dan kesediaannya untuk mempersenjatai perselisihan pribadi.

Pada akhirnya, upaya Musk untuk mendapatkan hak asuh penuh tampaknya merupakan tindakan pembalasan yang dipicu oleh oposisi ideologis, dan bukan kepedulian yang tulus terhadap kesejahteraan putranya. Kasus ini menggarisbawahi perpaduan kompleks antara kekayaan, kekuasaan, dan keyakinan pribadi dalam sengketa hak asuh tingkat tinggi.