Nominasi Golden Globe ke-83, yang diumumkan pada 8 Desember, mengungkap lanskap kompetitif untuk musim penghargaan mendatang. Meskipun beberapa proyek yang mendapat pujian kritis mendapat persetujuan, beberapa pesaing terkemuka justru tidak hadir. Kelalaian tahun ini menunjukkan potensi perlombaan penghargaan yang tidak dapat diprediksi pada tahun 2026.
Nominasi Film: Kategori Drama dan Komedi/Musikal
Kategori Film Terbaik – Drama menampilkan gabungan judul-judul lama dan baru: Nilai Sentimental, Pendosa, Frankenstein, Hamnet, Itu Hanya Kecelakaan, dan Agen Rahasia.
Dalam kategori Film Terbaik – Musikal atau Komedi, nominasinya antara lain One Battle After Another, Blue Moon, Bugonia, Marty Supreme, No Other Choice, dan Nouvelle Vague. Pilihan ini menunjukkan beragam nada dan gaya yang bersaing untuk mendapatkan pengakuan.
Nominasi Televisi: Serial dan Serial Terbatas
Kategori Serial Drama Terbaik meliputi The White Lotus, Severance, The Pitt, Pluribus, The Diplomat, dan Slow Horses. Acara-acara ini mewakili beberapa proyek televisi yang paling mendapat pujian kritis dan populer tahun ini.
Untuk Serial Komedi Terbaik, nominasi diberikan kepada Hanya Pembunuhan di Gedung, Abbott Elementary, The Bear, Hacks, Nobody Wants This, dan The Studio. Pemilihan ini menunjukkan adanya pesaing yang kuat dalam genre populer ini.
Adolescence, All Her Fault, The Beast in Me, Black Mirror, Dying for Sex, dan The Girlfriend akan bersaing dalam kategori Best Television Limited Series, Anthology, atau Motion Picture. Daftar yang beragam ini menyoroti kekuatan penceritaan episodik.
Pengingat Kunci
Meskipun nominasi merupakan hasil dari banyak proyek, ada beberapa ketidakhadiran yang menonjol. Penghilangan Wicked: For Good dari pertimbangan adalah salah satu penghinaan yang paling banyak dibicarakan, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang preferensi badan pemungutan suara. Pesaing potensial lainnya tidak disertakan, hal ini menunjukkan tahun yang sangat kompetitif di mana bahkan proyek-proyek yang dianggap baik pun mungkin akan terabaikan.
Golden Globes tetap menjadi prediktor signifikan keberhasilan dalam acara penghargaan selanjutnya, dan nominasi ini membuka peluang bagi musim yang berpotensi bergejolak. Beberapa bulan mendatang akan terungkap apakah pilihan badan pemungutan suara sejalan dengan konsensus kritis dan audiens yang lebih luas.















